The 5 Principles Of Excellent Execution by Berny Gomulya & Business Growth Team

Pointerku
24-06-2018
Eksekusi

Buku ini mengawali tulisannya dengan Quote yang sangat terang "Vision without Execution is a daydream, Execution without Vision is a Nightmare"

Buku ini menjelasakan tentang pentingnya dua aktivitas ini  "Without Strategy, Execution is aimless, Without Execution, Strategy is useless" Morris Chang-CEO of TSMC. sehingga baik Strategi maupun Eksekusi adalah Penting. Tapi ketika ditanya lebih sulit mana menyusun Strategi atau menjalankan Eksekusi ? maka 70% menjawab Eksekusi lebih sulit.

Banyak buku menjelaskan tentang strategy, Balanced Scorecard (BSC), Blue Ocean Strategy (BOS), SWOT Analysis, atau BCG matrix, namun sangat jarang bahkan tidak pernah belajar tentang bagaimana melakukan eksekusi.

Tantangan Eksekusi :

  1. Tidak adanya KERJA SAMA tim
  2. Tidak memiliki TUJUAN yang jelas
  3. Tidak tahu TINDAKAN apa yang harus dilakukan
  4. Tidak ada PEMANTAUAN
  5. Tidak ada yang ber-TANGGUNG JAWAB

Untuk menjawab ke 5 tantangan Eksekusi, Buku ini menawarkan Model The 5 Principles of Excellent Execution yang dapat membantu proses eksekusi strategi/rencana.

Mengapa dinamakan PRINSIP, karena prinsip adalah kebenaran sebuah teori, prinsip tidak berubah, karena prinsip harus DITERAPKAN tidak untuk di sangkal, agar EKSEKUSI berjalan EFEKTIF di organisasi.

Banyak buku menjelaskan tentang strategy, Balanced Scorecard (BSC), Blue Ocean Strategy (BOS), SWOT Analysis, atau BCG matrix, namun sangat jarang bahkan tidak pernah belajar tentang bagaimana melakukan eksekusi. Gambar di bawah ini menggambarkan betapa rumitnya sebuah Eksekusi ......

Let's Talk About EXECUTION ..!!

Buku The 5 Principles Of Excellent Execution by Berny Gomulya & Business Growth Team secara Lugas menjelaskan untuk sukses Eksekusi dalam 4 Tahap sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tahap 1 untuk sukses eksekusi adalah Collaboration : 

“Not Finance, Not Strategy, Not Technology. It is TEAMWORK that remains the ultimate COMPETITIVE ADVANTAGE, both because it is so powerful and so rare”, Patrick Lencioni

Tim yang retak sama seperti tangan atau kaki yang patah, menyembuhkannya terasa sakit, kadang perlu mematahkan kembali agar dapat sembuh dengan benar, dan mematahkan akan lebih menyakitkan dibanding pertama kali patah.

Kepercayaan adalah Fondasi dari kerja sama tim yang sesungguhnya.

Ron Friedman dalam buku 5 Myths of Great Workplaces menuis tentang satu mitos tentang great  workplace adalah konflik jarang terjadi dan perbedaan pendapat di tempat kerja tidak diinginkan karena akan mengganggu Produktivitas. tetapi Penelitian menunjukan sebaliknya, banyak kasus perpedaan pendapat adalah bahan bakar kinerja yang lebih baik

Tahap 2 untuk sukses eksekusi adalah Clarity : 

"Complexity is the enemy of execution. Any fool can make something complicated. It's hard to make something simple" Richard Branson, Eksekusi dimulai dari kejelasan dan fokus. tanpa kejelasan dan fokus, prinsip-prinsip lain sulit diterapkan.

"Saya bangga pada hal-hal yang tidak kita lakukan, sebagaimana saya bangga pada hal-hal yang kita lakukan" Steve Jobs

Analogi paling bagus untuk Clarity adalah ATC (Air Traffic Controll), petugas ATC (pengendali lalu lintas udara) harus memiliki clarity, focus dan prioritas yang baik, mereka memahami hal tentang the critically important yaitu saat peswat terbang yang mendarat

Critically Important Goal adalah sasaran yang bisa membuat perbedaan, sasaran, yang memberikan competitive advantage bagi organisasi.

Musuh eksekusi yang sesungguhnya dalam eksekusi adalah kegiatan sehari-hari, biasa dinamakan angin puting beliung (whirlwind). Whirlwind merampas focus yang dibutuhkan untuk mendorong tim ke depan.

Tantangan Kejelasan (Clarity) :

  1. Berani Berkata TIDAK, John Carmack mengatakan 'Focus adalah perkara memutuskan apa saja yang TIDAK akan kerjakan".
  2. Mengatakan "YA" pada the critically Important Goal merupakan prioritas tertinggi
  3. Mengubah semua whirlwind menjadi the Very Important Goals
  4. Mengidentifikasi The Critically Important Goal

Tahap 3 untuk sukses eksekusi adalah Capability Lead Indicator : 

"If we did all the thing we are capable of, we would literally astound ourselves" Thomas Edison

William Butler Teats menasehati "If you really are smarter than others, show them with your actions". Kita harus menunjukan kecerdasan kita dengan melakukan TINDAKAN NYATA yang EFEKTIF.

Prinsip ke 3 adalah prinsip Capability, menerapkan kapabilitas dan energi anda pada aktivitas-aktivitas dengan Lead Indicator (indicator utama). Lead Indicator adalah ukuran dari kegiatan yang paling berdampak untuk mencapai sasaran, Critically Important Goal (CIG). Kapabilitas adalah pengungkit seperti kata Archimedes " Give me a place to stand, and with a lever, i will move the whole world

Lag Indicator adalah Ukuran dari hasil yang ingin anda capai, ingat rumusnya "dari X ke Y kapan"

Lead Indicator memprediksikan hasil, punya 2 karateristik : Lead Indicator Prediktif dan Lead Indicator bisa dipengaruhi

 

Tahap 4 untuk sukses eksekusi adalah Communication Dashboard : 

"Think like a wise man, but Communicate in the language of the people" William Butler Yeats

Prinsip ke 4 ini memastikan semua orang mengetahui skor pencapaian setiap saat agar mereka mengetahui sedang menang atau kalah

Jika Lead dan lag indicator tidak dapat ditampilkan dalam dashboard secara visual dan ter update maka lead dan lag indicator akan tenggelam dalam whirlwin

Dashboard bukan sekedar hanya pemberi informasi, ada magic function yaitu penyemangat tim, penyatu tekad dan pemicu adrenalin yang memompakan semangat kebersamaan

 

Tahap 5 untuk sukses eksekusi adalah Commitment Rhythm Of Responsibility : ?

"Most people Fail, Not Because of Lack of Desire, but because of lack of COMMITMENT" Vince Lombardi

Komitmen berarti senantiasa LOYAL melakukan apa yang anda ingin lakukan. lama setelah mood yang bersemangat sudah tidak ada lagi

Prinsip ke 5 ini menciptakan tanggung jawab, sebuah siklus yang berulang untuk menjelaskan kinerja masa lalu dan rencana menggerakan skor ke depan.

"Commitmen is what Transforms a promise into reality. Commit to Making Your Dreams A Reality, and pretty soon, They Will be Your New Reality" Abraham Lincoln

 

So Untuk Detail sy tetap sarankan untuk membeli buku ini karena dalam buku dijelaskan pula contoh-contoh dalam penerapan tahapan2 tersebut, selamat membaca 

 

Arsip

Insirasi Foto